Sabtu, 20 Oktober 2012

20 oktavia , 20 tahun :')

20 oktober ...

Tuhan .. kali ini umurku genap 20 tahun , menginjak kepala dua menjalani cobaan yang pasti jauh lebih berat demi menguji kedewasaanku ..
Ulang tahun kali ini benar-benar mengesankan ..
tepat malam itu dapet ucapan dari mama sama ayah , hal yang gak pernah aku dapetin di ultah2 sebelumnya .. hal yang bikin terharu tuh pas mama bilang "Anakku ulang tahun yaa ? selamat ulang tahun sayang maaf yaa belum bisa ngasi kado .. mama belum punya uang" iyuuuhh .. nangis seketika ni mata :')
abis itu ayah nyanyi lagu happy birthday "mau minta kado apa ? mau makan dimana ?"
Oh tuhaan ... berasa kayak jadi anak tunggal ... minta ini itu dituruti (mesti cuma 1 hari doang) haha ..
ucapan dari mbak ayu pas bangun tidur , temen temen dikampus :) terimakasih buat semuanyaaa ....
Tapiii ............................
dari semua ucapan hari itu , kenapa gak ada ucapan dari kamu ? pacarku !
sibukkah ? ato lupa ?
seharian onlen , berharap ada pesan singkat yang singgah di dinding facebookku dari kamu ..
seharian matengin hape , berharap ada pesan ato telfon dari kamu ...
tapi kenyataannyaa ????
Tuhan .. sebegitu tak berharga kah aku dimatanya :'(
Sepele memang , tapi ........... ah sudahlah Lupakan sejenak kesedihan ini ..



Terimakasih ayah , terimakasih mama ..
terima kasih mba ayu ..
terimakasih temen2 ..
terimakasih juga buat kelupaan kamu ..

Jika tak mampu membuat aku tertawa lagi , setidaknya jangan buat aku menangis ..

Jumat, 24 Agustus 2012

(⌣_⌣..) (⌣́_⌣̀") (⌣́_⌣̀)


Tuhanku yang amat aku cintai,
lihatlah wajahku yang letih ini ...

yang telah berupaya menuruti tuntunanMu
untuk bekerja keras dalam kejujuran,
untuk kebaikan hidupku dan kebahagiaan keluargaku,
tapi ...

yang belum dihargai dengan baik oleh sesamaku ...

Aku yang dicari saat aku tak ada,
tapi yang diabaikan saat aku ada,
yang diperintah tanpa mengukur kekuatanku,
yang dimarahi tanpa perduli hatiku pun bisa sakit,
yang disebut namaku hanya dalam kemarahan,
yang dihargai seperti aku lebih murah dari perabot rumah mereka.

Tapi itu semua bukan salahMu.

Ini pasti karena aku belum cukup memampukan diriku.

Besok, aku akan mencoba lebih berani lagi,
berupaya lebih bertenaga lagi,
dan bertahan lebih sabar lagi.

Besok, aku akan memperpanjang setiap menitku
dengan doa dan kerja keras,
akan kuperindah setiap menitku dengan kesyukuran,
dan akan kujadikan setiap menitku bernilai,

karena aku khawatir waktuku akan habis
sebelum aku sepenuhnya mampu membahagiakan
ibu dan ayahku, kekasih hatiku, saudaraku,
dan mereka yang kucintai dan yang mencintaiku.

Tuhan ... biarkanlah aku menangis sebentar,
dan jika nanti aku terlelap dalam isakku,
lepaskanlah letih dari ototku,
bersihkanlah pikiranku dari bebannya,
usirlah momok dari hatiku,
dan haluskanlah jalan nafasku.

Tuhan, sayangilah aku, selamatkan dan
sejahterakankah kekasih kecilMu yang letih ini.

Aamiin (˘.˘)

Rabu, 08 Agustus 2012

hilang nyawaku


satu bulan penuh tanpa membuka blog ini rasanya... menusuk. saya tetap menulis, tetapi bukan menulis apa. ketika menulis biasanya mengisi jiwa, ini hanya sekedar alfabet. hanya rentetan kata yang jika diulang tiada makna. tulisan-tulisan yang ditulis tanpa apa. saya hilang apa, saya hilang nyawa. nyawa berarti arah bagi saya.
pendek kata : saya kehilangan arah.
nyawa saya tersesat entah dimana, ia hilang arah. mungkin dia lupa kalau dia punya rumah; hati saya. mungkin ia tengah bosan dengan kemunafikan hidup yang akhir-akhir ini ditujukan langsung, dikirim tanpa perantara untuknya. mungkin kini ia tengah duduk-duduk santai menikmati kopi pagi di hati yang lain. atau tengah berinteraksi dengan psikiater yang pastinya mampu mengendalikan segala pemikiran yang tidak diperlukan? entah. saya rindu dia; nyawa saya.
belakangan, saya menyadari bahwa aktivitas dapat membunuh anda secara perlahan; satu-satunya alasan yang sesungguhnya tidak beralasan karena saya memilih aktivitas ini secara sadar meski dibawah tekanan. banyak hal yang saya sukai, tetapi hanya menjadi sisipan semata, dimana saya sadar bahwa semua itu bisa menjadi nyawa cadangan. tetapi lenyap.
dan saat ini saya masih menjadi manusia tanpa nyawa. heran, apa ini berarti saya tengah menjadi zombie?
saya butuh nyawa saya. sekarang. mungkin anda punya? atau anda nyawa saya?

Selasa, 07 Agustus 2012

Mencoba menulis lagi :)


Lama tak menulis tampaknya membuat tangan saya gatal untuk kembali menuangkan sejumput pikiran yang terendap di kepala. Menulis bagi saya bukanlah sebuah kegiatan untuk sekedar menggoreskan pena di atas kertas putih ataupun menarikan sepuluh jemari di atas tuts keyboard. Bagi saya menulis layaknya seseorang yang sedang ‘berdoa dengan tangan tertelungkup’*. Di sana saya dapat berdoa, berharap, mengeluh, menangis, bahagia, bersyukur dan segala ekspresi lainnya yang terkadang tidak dapat dideskripsikan. Saya dapat menuangkan semua ekspresi tersebut melalui karakter-karakter yang saya bentuk sendiri dalam imajinasi yang jika disatukan mungkin akan mampu menggambarkan karakter pribadi sang penulis dan orang-orang yang ada di sekitar saya. Menulis bagi saya bukan soal sastra, bukan soal keindahan gaya bahasa, juga bukan soal titik koma. Tapi menulis adalah ungkapan jiwa, tak peduli seburuk apapun gaya bahasa kita ia tetaplah unik seunik nada getar suara kita.  Nyook nulis lagi nyook..

Akhir kata, mari kita kutip sebuah kata dari Umar bin Khatab: “Ajarilah anakmu sastra, agar ia menjadi pemberani”. Berhubung saya belum punya anak jadi harus nulis sendiri, entar kalo dah punya anak baru disuruh nulis dia.

* biasanya kita berdoa dengan tangan menengadah ke atas, namun saat kita menulis tangan kita menghadap ke bawah (telungkup) itulah mengapa penulis menggunakan ungkapan ‘berdoa dengan tangan tertelungkup’  [frasa ngarang sendiri]

[saya memutuskan (bukan ‘mencoba’) untuk terus menulis minimal 1 tulisan per pekan]

Kamis, 21 Juni 2012

Inikah Rasanya Jarak ?


Jarak sejauh ini tak mampu membuat kita berbuat dan bergerak lebih banyak. Seakan-akan aku an kamu tak punya ruang untuk saling bersentuhan juga saling menatap. Rasanya menyakitkan jika keterbatasanku dan keterbatasanmu menjadi penyebab kita tak banyak tau dan tak banyak bertemu. Setiap hari, kita menahan rindu yang semakin menggebu dan tak mereda. Inikah cara cinta menyiksa ? melalui jarak ratusan kilometer ?


Aku mengehla napas, membayangkan jika kamu bisa terus berada di sampingku dan merasakan yang juga kurasakan. Mana mungkin tak aka nada air mata ketika hanya tulisan dan suara yang bisa menguatkan kita. Maka tentu saja tak akan ada ucapan rindu berkali-kali yang terlontar dari bibir kita, ketika perasaan itu semakin membabi buta.


Apakah yang kita pertahankan selama ini ? Apakah yang kita andalkan sejauh ini ? SEkuat apakah perasaan cinta kita ? Menahan dan mempertahankan, dan kadangkala memicu pertengkaran. Tapi… itulah manisnya jarak, ia membuat kita saling menyadari, tak ada cinta tanpa luka, tak ada cinta tanpa rindu.


Sayaang .. apalah arti ratusan kilometer jika kita masih mengeja nama yang sama? Apakah arti jauhnya jarak jika aku dan kamu masih sangat mungkin mempertahankan semuanya ? Kita jarang saling bergenggaman tangan, jarang sekali berpelukan, dan sangat jarang sekali saling berpandangan. Namun, percayalah tak saling bersentuhan bukan berarti cinta kita punya banyak kekurangan.


Apa yang ku cari dan apa yang kamu cari ? Tak ada.. kita masih meraba-raba apa itu cinta dan bagaimana kekuatan itu bisa membuat kita bertahan. Rasa cemburu, rasa ragu, dan rasa rindu sebenarnya adalah pemanis. Tidak ada hal yang sangat berat, jika kita melalui berdua melewatinya bersama.
Selama bulan yang kita  lihat masih sama, selama sinar matahari yang menyengat kulit kita masih sama hangatnya, maka pertemuanku dan kamu masih akan tetap terjadi.
Jarak hanyalah sekedar angka, jika kita masih memperjuangkan cinta yang sama J


- Milanisty Saint Basstianivhy -

Rabu, 20 Juni 2012

Sesuatu yang Kita Sebut PELARIAN

Dwitasari :): Sesuatu yang Kita Sebut PELARIAN: Hatimu, tempat ternyaman bagiku, 28 Januari 2012 Untukmu, pemilik senyum manis, tempatku selalu mendinginkan mata Mungkin, aku tak perlu b...

Rabu, 13 Juni 2012

Mempertahankan lebih sulit dari pada menjaganya

Kebutuhan dalam mencintai hanya ada satu yaitu Percaya, dalam hal ini kita tak mengetahui isi dari semua itu ketentuan hatilah yang berperan penting karena kita mempertahankan dengan kepercayaan sedangkan hati menjaganya dengan baik dan sebaik-baiknya sampe sakit hatipun kita tetep mempertahankannya, Cinta memang hal yang mudah akan tetapi mempertahankannya akan terasa sulit bagi kita karena beberapa faktor dan tujuan, faktor lain karena hati yang ganjen mulai dari kita atau pacar kita, faktor tujuan adalah perbedaanya waktu dan tempat sehingga mudah jenuh dan tujuan sudah mulai berbeda yaitu sulit untuk mempertahankan sehingga mudah putus karena tak mau sakit hati karena merindu.
Cinta memang mudah dipengaruhi dalam situasi apapun, disaat berpisah dan bersama, dan mungkin saja kita bisa berakhir, cinta takkan bisa dipengaruhi ketika kita mencintai diiringi dengan kepercayan dan keyakinan bahwa cinta itu akan bersama ketika waktu yang menentukan, akan tetapi kita masih bisa memiliki kekhawatiran akan cinta itu yang akan pergi suatu saat tanpa kita ketahui, hal yang membuat kita meragu adalah kita tidak bisa menentukan waktu untuk bersama tapi waktu yang menentukan kebersamaan kita.
Dari proses waktu tersebut banyak hal yang kita sangat tak kita sukai dan buat kita meragu untuk mempertahankannya, meragu untuk yakin hingga kepercayaan sudah mulai pudar dalam benak kita dan sebabnya tak lain adalah komunikasi, komunikasi memang berperan penting dalam LDR gak ngasih kabar. dan kamu perlu tau apa yang akan pacar lakukan jika kamu tak ada kabar dia akan menyembah handphonenya. mencintai kesepiannya dengan kegilaanya yaitu ngomong-ngomong sendiri sama benda mati sampe diomel-omelin dah itu benda, balik lagi ke komunikasi mengabari pacar adalah hal yang wajib untuk kita lakukan masa iya sibuknya full time tapi semenit gak sempet ngasih kabar atau sekedar bilang “kamu lagi apa.. ?” merhatiin dikit kek “kamu jangan telat makan yaa” mungkin akan terlihat berlebihan. tapi, ini penyebab hubungan yang bikin awet yaitu perhatian. mau perhatiannya direnggut sama orang di sekitar pacar yang lebih deket dan mudah buat ngegebet pacar yang sendirian di sana? sedangkan kita enggak tau apa yang dilakuin pacar di sana. Jika kita masih keasikkan dengan kesibukkan kita, entah bagaimana kamu bisa bertahan lama dengan pacar yang sering kamu abaikan. ingat perhatian itu mudah didapat bukan dari pacar saja, bisa jadi dari orang lain bisa jadi lawan jenisnya. Perhatian yang membuat kita percaya dan yakin kalau pacar itu bener-bener mempertahankan kita di sana. 
Semoga bermanfaat.