Sabtu, 05 Mei 2012

SEKEDAR MENGENANGMU (Izinkan Kau Satu Untukku)



tingkahnya mengingatkanku pada semua kenangan yang pernah kulalui bersamanya, senyumnya yang begitu menggoda, tak ada satupun yang bisa menghapus dirinya dari hidupku, takkan aku buang dia dihatiku .
masih ku ingat pesan itu  ..
"Maafkan aku tak bisa lama menjagamu :(
jaga dirimu, kesehatanmu, hatimu dan cintamu untukku selamanya"
Kau telah memilihku yang terbaik menjadi yang terbaik dalam hidupmu. menjaga hati untuk tidak menduakanku, mengasihiku, menyayangiku bahkan kau rela menangis demi tidak jauh dariku .
tapi apakah semua itu harus terenggut ?
Kadang aku pahami kalimatmu saat kau dilema, kadang pula aku dibuat bingung dengan pilihan yang kata yang kau ucapkan. aku telah yakin bahwa kau adalah pilihan untukku, takkan ada yang terenggut siapapun baik aku atau kamu .
Semenjak kejadian itu, kamu benar nyata meninggalkanku, benar* merelakanku untuk mencari yang lain namun, apalah arti seuntai hati jika tak sejalan dengan mimpi ?
Teringat dirimu lagi..
 Aku saat itu, jangan kau tanyakan mengapa tangis ini ada, karena jawabku sama dengan bisikmu, jangan kau lelehkan air matamu karena aku tak ingin kau menangis olehku .  Kisah airmata yang tak sanggup berkata* selain kesesakan dijiwa. Maaf jika waktumu terjerah karena aku,bukan maksudku membuatmu begitu, hanya saja aku tak mau kau jauh dariku karena kau adalah mimpi dalam tidur panjangku .
Dari sekian detik yang terlewati, saat seprti inilah bahasaku tak bisa aku jabarkan, karena sayang atau tegakah aku menyuruhnya pergi ?, Suci atau serakahkah aku apabila harus memilihnya ?
Kenangan itu semakin membuatku pilu :’(
Kini aku datang atas nama rindu yang tenggelam sebab mencintaimu tak ubahnya mencintai diriku sendiri. Terpikir saat kau jauh dariku, gelisah saat tak ada kabar darimu, sedih waktu kau merana, aku berpikir kaulah pemilik dari separuh jantung ini yang selalu menuntut  kepenuhannya.
Aku memanggilmu lewat pahatan kata tulisan catatan ini bahwa aku masihlah seperti dulu –merengkuh cintamu- sepertisaat kau tergelak* untukku ..
“bersama rintikan airmata ini, telahku semaikan sebuah bahasa kalbu
Bersama angin malam ini, takku lepas bayangmu dalam wajah bulanku
Bersama sejuk heningku, ku titip rindu ini padamu. Maaf jika aku telah mengusik ketentraman batinmu karena aku telah tak mampu lagi menahan beban yang kubawa ini dari jiwaku yang selalu merindu padamu”
Aku tak ingin membuatmu terluka, mencintaimu yang telah tiada ketika . ketika kembali bersuara bahwa kau mencintaiku disana . aku tak  ingin ada duka, sidenyummu yang dulu membuatku terkesima . sekalipun diri ini berhenti berkata, cobalah mengerti tentang kita .
Hari ini, jelang kepergianmu .
Ternyata kau telah memiliki hati lain setelahku, telah melewati masa kenang kita selamanya .
1 hal yang ingin kau tahu “IZINKAN KAU SATU UNTUKKU” :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar