tingkahnya mengingatkanku pada
semua kenangan yang pernah kulalui bersamanya, senyumnya
yang begitu menggoda, tak ada satupun yang bisa menghapus dirinya dari hidupku,
takkan aku buang dia dihatiku .
masih ku ingat pesan itu ..
"Maafkan aku tak bisa lama
menjagamu :(
jaga dirimu, kesehatanmu, hatimu dan
cintamu untukku selamanya"
Kau telah memilihku yang terbaik
menjadi yang terbaik dalam hidupmu. menjaga hati untuk tidak menduakanku,
mengasihiku, menyayangiku bahkan kau rela menangis demi tidak jauh dariku .
tapi apakah semua itu harus
terenggut ?
Kadang aku pahami kalimatmu saat kau
dilema, kadang pula aku dibuat bingung dengan pilihan yang kata yang kau
ucapkan. aku telah yakin bahwa kau adalah pilihan untukku, takkan ada yang
terenggut siapapun baik aku atau kamu .
Semenjak kejadian itu, kamu benar
nyata meninggalkanku, benar* merelakanku untuk mencari yang lain namun, apalah
arti seuntai hati jika tak sejalan dengan mimpi ?
Teringat dirimu lagi..
Aku saat itu, jangan kau
tanyakan mengapa tangis ini ada, karena jawabku sama dengan bisikmu, jangan kau
lelehkan air matamu karena aku tak ingin kau menangis olehku . Kisah
airmata yang tak sanggup berkata* selain kesesakan dijiwa. Maaf jika waktumu
terjerah karena aku,bukan maksudku membuatmu begitu, hanya saja aku tak mau kau
jauh dariku karena kau adalah mimpi dalam tidur panjangku .
Dari sekian detik yang terlewati,
saat seprti inilah bahasaku tak bisa aku jabarkan, karena sayang atau tegakah
aku menyuruhnya pergi ?, Suci atau serakahkah aku apabila harus memilihnya ?
Kenangan itu semakin membuatku pilu
:’(
Kini aku datang atas nama rindu yang
tenggelam sebab mencintaimu tak ubahnya mencintai diriku sendiri. Terpikir saat
kau jauh dariku, gelisah saat tak ada kabar darimu, sedih waktu kau merana, aku
berpikir kaulah pemilik dari separuh jantung ini yang selalu menuntut
kepenuhannya.
Aku memanggilmu lewat pahatan kata
tulisan catatan ini bahwa aku masihlah seperti dulu –merengkuh cintamu-
sepertisaat kau tergelak* untukku ..
“bersama rintikan airmata ini,
telahku semaikan sebuah bahasa kalbu
Bersama angin malam ini, takku lepas
bayangmu dalam wajah bulanku
Bersama sejuk heningku, ku titip
rindu ini padamu. Maaf jika aku telah mengusik ketentraman batinmu karena aku
telah tak mampu lagi menahan beban yang kubawa ini dari jiwaku yang selalu
merindu padamu”
Aku tak ingin membuatmu terluka,
mencintaimu yang telah tiada ketika . ketika kembali bersuara bahwa kau
mencintaiku disana . aku tak ingin ada duka, sidenyummu yang dulu
membuatku terkesima . sekalipun diri ini berhenti berkata, cobalah mengerti
tentang kita .
Hari ini, jelang kepergianmu .
Ternyata kau telah memiliki hati
lain setelahku, telah melewati masa kenang kita selamanya .
1 hal yang ingin kau tahu “IZINKAN
KAU SATU UNTUKKU” :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar