Jumat, 04 Januari 2013



Bagaimana jika pada akhirnya yang kupilih bukan kamu, tapi dia?
Bagaimana jika pada akhirnya yang kupinta untuk melengkapiku bukan kamu, tapi dia?
Bagaimana jika pada akhirnya kita saling melepaskan tanpa banyak penjelasan? 
Aku pergi, punggungmu menjauh, tak banyak kata, tapi hati kita tahu bahwa semua sudah selesai. Usai.
Bagaimana jika pada akhirnya aku dan kamu kembali menjadi diri sendiri, tanpa sempat mendefisikan kata “kita” menjadi nyata? Aku menundukan mukaku. Kamu menghapus sisa hujan di matamu. 

Maafkan aku. Ternyata beginilah kemungkinan yang memungkinkan. Kita berandai pada keputusan sulit yang sedang kita pelajari jawabannya pada hati sendiri. Anggap ini terapi. Belajarlah untuk menerima, juga meyakini. Akan ada selalu yang terbaik untuk setiap perjalanan, baik jiwa ataupun rasa…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar