Rabu, 20 Maret 2013

Aku Memang Tidak Seperti Mantanmu :")

Suara mahasiswa yang berdengung membuat Bianca pusing tujuh keliling. Bianca adalah wanita plegmatis yang kadang membenci keramaian. Ia hanya duduk sendirian, merasakan angin yang bermain dengan rambut hitamnya. Kevin berjalan di depannya namun kevin tak peduli, tak mau menatap sosok Bianca yang menunggunya sejak tadi.

Bianca terbangun dari bangkunya, ia berlari-lari kecil mengejar sosok Kevin, " Kamu kenapa kahir-akhir ini cuek banget ? "

Kevin mengarahkan pandangannya pada Bianca, " Emang kenapa? kamu kan cuma pacarku bukan istriku, salah kalau aku nyuekin kamu ? "

Bianca menghentikan langkahnya, ia tertunduk seusai mendengar ucapan yang terlontar begitu saja dari bibir Kevin, " Kapan kamu mau menghargai aku sebagai sosok yang penting dalam hidupmu ? "

" Kapan ? kenapa tanya gitu ? Bukankah aku selalu menghargai kamu ? " tanya Kevin dengan nada keheranan.

"Padahal, apa yang tidak ku ketahui tentangmu ? semua hal tentangmu tak pernah kecil dimataku. Aku selalu menghargai kamu, menghormati posisimu dan masih memperlakukanmu dengan baik meskipun kadang kau tak menghargai aku. " Jelas Bianca dengan matanya yang mulai berair.

" Wanita bodoh !!! jangan jadikan air matamu sebagai senjata pamungkasmu ! Kamu cengeng ! kamu berbeda dengan mantanku. Dia jauh lebih kuat daripada kamu ! " Tungkas kevin dengan nada tinggi.

" Ya .. aku memang tidak seperti mantanmu ! aku tidak secantik dan setegar dia. Aku memang tidak secerdas dan semandiri dia. Aku jelas-jelas tak luar biasa seperti dia. Tapi, dia hanya masa lalumu. Sedangkan aku dalah masa kini yang mungkin akan kau bawa ke masa depanmu ! " Bianca menatap Kevin dengan tatapan serius. 

" Kamu memang tidak seperti mantanku. " ucap Kevin singkat.

" Aku memang tidak seperti mantanmu. Aku adalah aku, yang akan luar biasa dengan jalan dan pilihanku sendiri. Kenyataannya kamu memang tidak bisa melupakan mantanmu dan masa lalumu. " ujar Bianca.

" Bukan urusanmu ! "

" Dan, aku sangat kecewa pada diriku sendiri, kenapa aku sulit membuatmu lupa pada masa lalumu."

" Masa lalu bukan untuk dilupakan, masa lalu ada untuk dijadikan pelajaran."


Mata Bianca memerah, cahayanya yang bening tak lagi bersinar dari bola matanya, "Aku juga kecewa pada diriku sendiri, kenapa aku sulit membuatmu jatuh cinta kepadaku lalu melupakan mantanmu |?"

" Sudahlah , jangan menangis " ucap Kevin perlahan.

" Kita akhiri saja semua kalau memang kamu masih memikirkan masa lalumu. Kita akhiri saja semua kalau memang kau lebih merindukan masa lalumu. Kita cukupkan sampai disini, kalau masa lalumu lebih mampu untuk membahagiakanmu."

" Maksudku bukan seperti itu, Sayang .. Maaf yaa .. ? "

" Percuma ada kata maaf jika kau tak mau berubah. Percuma ada kata maaf jika kau terus mengulang kesalahan yang sama. Kembalilah pada masa lalumu, aku juga tak membutuhkan orang sepertimu di masa depanku. " cetus Bianca.

Kevin tak menyangka bahwa wanita yang beberapa bulan ini disiksanya juga mampu menyiksanya dengan cara yang menyakitkan. Hukum karma ternyata berlaku, jika seseorang menyakiti hati orang, maka akan ada saatnya hatinya juga akan tersakiti. Kevin hanya mematung menatap Bianca, menatap punggungnya hilang dari pandangannya.


****

Jam weker melakukan tugasnya dengan baik, celotehnya yang berisik membangunkan Kevin yang masih saja terantuk di ujung kantuk. Dimatikannya jam weker itu, ditariknya lagi selimut yang sejak tadi malam menghangatkan tubuhnya. Matanya menatap jam dinding, sudah pukul 07.00 pagi. Gerakan reflek, ia menatap handphone, tak ada pesan singkat dari Bianca. tak ada lagi Bianca yang memerhatikan sosoknya. Ia merasa kesepian. Rasa membutuhkan dan perasaan akan kehilangan baru ia rasakan ketika ia telah kehilangan.

 Tak ada Bianca

Kevin kembali menghela napas. ia menarik slimut menutupi wajahnya. Ada gerimis kecil dimatanya, gerimis itu bernama Air Mata :')

Tidak ada komentar:

Posting Komentar